Pengertian E-Learning, Contoh, Fungsi, Kelebihan dan Kekurangan

Adit Gunawan

Pengertian E-Learning – Kini perkembangan dunia teknologi digital semakin luas dan mudah. Salah satu yang ikut merasakan yakni bidang pendidikan. Ada banyak sekali perubahan telah muncul dan telah dirasakan oleh siswa supaya mereka bisa belajar dengan mudah.

Seperti sekarang ini pembelajaran E-Learning yang sudah diterapkan di Indonesia. Jika, guru atau siswa di SD atau SMK bahkan kampus modern atau di perkotaan tentu sudah mengenalnya. Namun, untuk yang berada di daerah-daerah desa terpencil, pastinya belum tahu pengertian dari E-Learning.

Di sekolah-sekolah atau perguruan tinggi di Indonesia, E-Learning sangat membantu proses pembelajaran. Apalagi di era teknologi digital ini telah dijelaskan di awal tadi, di mana alat tersebut akan membuat siswa lebih mudah memahami materi.

Karena penting sekali manfaat dari E-Learning di pendidikan, kami akan jelaskan pengertian E-Learning secara jelas di artikel ini. Tidak lupa juga memberi contoh, fungsi, kemudian kelebihan dan kekurangan dari istilah tersebut.

Pengertian E-Learning

Pengertian E Learning terbaru
source image: kumparan.com

E-Learning di peroleh dari dua kata yaitu elecronic dan learning. Secara harfiah, pengertian istilah tersebut dikatakan sebagai sistem pembelajaran dengan alat elektronik belajar dilakukan dalam jaringan atau online.

Selain itu, E-Learning juga diartikan sebuah proses belajar mengajar yang memanfaatkan media alat elektronik. Internet menjadi sumber utama untuk menjalankannya.

Dari dua pengertian di atas, bisa disimpulkan bahwa E-Learning sebuah proses pembelajaran berbasis elektronik. Dalam praktik pemakaian, teknologi informasi menjadi sumber belajarnya.

Penggunaan E-Learning di Indonesia diketahui dipakai secara merata sejak masa Covid-19. Di mana pada saat, semua sekolah dipaksa tutup dan siswa belajar di rumah.

Pada saat itu, guru hanya memberi materi dan tugas ke siswa secara sederhana. Caranya dengan menggunakan aplikasi pesan seperti WhatsApp atau Telegram. Tentu dari cara itu sangat kurang diterapkan.

Kemudian, barulah ada inovasi dari Kementerian Kebudayaan Indonesia bersama kampus-kampus yang telah menerapkan E-Learning untuk memperkenalkan kepada semua jenjang sekolah. Akhirnya hingga saat ini, secara merata semua jenjang pendidikan menerapkannya.

Keberadaan E-Learning di pendidikan Indonesia sendiri berasal dari luar negeri. Lebih tepatnya dikenalkan pertama kali oleh Universitas Illinois Urbana-Champaign. Saat itu, kampus tersebut memperkenalkan E-Learning dengan komputer disebut PLATO.

Contoh E-Learning

Contoh E Learning
source image: east.vc

Setelah membaca pengertian di atas, tentu kamu sedikit paham apa itu E-Learning. Namun, karena belum menyertakan contohnya masih kurang dipahami. Maka dari itu, kita harus mencari bentuk pembelajaran berbasis teknologi informasi yang sekarang ini ada.

Di Indonesia sendiri, ada contoh E-Learning yang sudah dikenal banyak orang, namanya adalah Ruang Guru. Selain itu, ada beberapa lainnya bisa kamu akses kapan pun, seperti di bawah ini:

1. Ruang Guru

Contoh pertama adalah Ruang Guru, di mana E-Learning ini merupakan perusahaan rintisan digital asal Indonesia yang bergerak di bidang di bidang pendidikan non formal. Berbagai media pembelajaran pun cukup banyak, mulai dari website, aplikasi, E-Book, bimbingan belajar online, dan lain sebagainya.

2. Brainly

Kemudian, contoh kedua yakni Brainly. E-Learning ini menjadi perusahaan pendidikan berbasis teknologi. Melalui perusahaan ini, memungkinkan kita bisa bertanya seputar pengetahuan yang dipelajari di sekolah.

3. Zenius

Selain Ruang Guru, di Indonesia juga terdapat E-Learning bernama Zenius. Sama yakni perusahaan pendidikan berbasis teknologi. Di situ menyediakan layanan akses pendidikan dalam bentuk video berbahasa Indonesia yang disajikan secara online. Ada berupa aplikasi serta aplikasi ponsel.

4. Udemy

Udemy merupakan platform online menyediakan kursus video interaktif serta tutorial dalam berbagai bidang. Platform ini dijalankan oleh pihak perusahaan. Di sana kamu bisa dapatkan berbagai layanan pengetahuan serta bisa bertanya dengan mudah.

5. Moodle

Lalu, ada juga aplikasi bernama Moodle yakni paket peangkat lunak dengan produksi kegiatan belajar internet atau disebut E-Learning. Ada pula situs web yang memakai prinsip social constructionist pedagogy.

6. Google Class

Terakhir, E-Learning Google Class. Istilah ini merupakan layanan web gratis, yang dikembangkan oleh Google untuk sekolah. Tujuannya adalah menyederhanakan, membuat, mendistribusikan, serta menilai tugas tanpa harus tatap muka.

Fungsi E-Learning

Fungsi E Learning
source image: opiardiani.com

Dari keseluruhan contoh E-Learning yang ada, pasti memiliki fungsi yang baik. Adapun fungsi utamanya adalah memberi kemudahan bagi semua pembelajar di lingkungan jenjang pendidikan.

Fungsi lainnya, seperti menghemat biaya, waktu belajar lebih efektif, bisa memantau performa, jangkauan lebih luas, hingga menambah jaringan. Semuanya akan kami jelaskan satu persatu di bawah ini:

1. Menghemat Biaya

Melalui E-Learning setidaknya dapat menghemat biaya yang dikeluarkan oleh pihak sekolah maupun siswa dan orangtua. Jika dibandingkan dengan harga buku hingga lulus maka lebih mahal.

2. Waktu Belajar Lebih Fleksibel

Dengan metode belajar E-Learning juga waktu belajar lebih fleksibel. Seperti menentukan waktu saat memulai sampai mengakhiri pembelajaran.

3. Bisa Memantau Performa

Di aplikasi E-Learning juga tersedia layanan pantauan performa atau kemampuan siswa memahami materi. Apalagi dalam memberi nilai, tentu sangat mudah ketimbang dengan mengoreksi jawaban satu persatu.

4. Jangkauan Lebih Luas

Tidak hanya memantau, melainkan jangkau metode E-Learning sangatlah luas. Satu layanan aplikasi seperti Ruang Guru pun bisa menjangkau seluruh siswa di Indonesia. Terpenting adalah memiliki internet.

5. Penyempurnaan Materi Lebih Mudah

Kemudian, juga dalam penyempurnaan materi akan lebih mudah. Di metode E-Learning, langkah ini akan dibantu oleh sistem. Jadi tidak perlu guru membuat materi secara terus menerus.

6. Menambah Jaringan

Fungsi terakhir adalah bisa menambah jaringan. Seperti dijelaskan di fungsi keempat, karena jangkau sangat luas, maka guru bisa berkomunikasi dengan banyak guru di seluruh Indonesia.

Nah, itulah beberapa fungsi dari E-Learning. Keberadaan metode belajar seperti ini di zaman teknologi informasi tentu sangat bermanfaat bagi semua orang khususnya siswa hingga mahasiswa. Semuanya akan merasakan dengan mudah serta cepat.

Kelebihan dan Kekurangan E-Learning

Kelebihan dan Kekurangan E Learning
source image: graduate.binus.ac.id

Meskipun E-Learning memiliki fungsi baik, tapi jika dicermati punya kekurangan. Buktinya masih ada jenjang pendidikan yang mempertimbangkan metode tersebut. Bahkan ada yang berusaha mengantisipasi. Di bawah ini kami sediakan penjelasan dari kekurangan beserta kelebihannya:

Kelebihan

  • Biaya terjangkau.
  • Bisa diakses secara mudah.
  • Waktu belajar lebih fleksibel.
  • Wawasan lebih luas.
  • Berpikir lebih maju.
  • Mendapat pengalaman baru di dunia teknologi informasi.

Kekurangan

  • Tidak semua tempat bisa mengakses.
  • Masih ada kekurangan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan tentang teknologi informasi.
  • Memuat bahasa asing yang susah dipahami.
  • Banyak guru yang kaget dengan perubahan pembelajaran baru.
  • Tidak memuat aspek sosial dan akademik.
  • Sulit memberi motivasi anak agar lebih baik.
  • Proses pengajaran lebih cenderung sistem pelatihan.
  • Banyak siswa mengabaikan pembelajaran E-Learning.

Kesimpulan

Membaca semua ulasan di atas, akhirnya kita bisa disimpulkan pengertian dari E-Learning. Di mana istilah tersebut diartikan sebagai metode pembelajaran yang dilakukan melalui teknologi informasi atau digital. Di tambah juga penjelasan contoh, fungsi, hingga kelebihan dan kekurangan E-Learning.

Kiranya itu penjelasan dari kami terkait pengertian E-Learning. Semoga melalui artikel ini bisa membantu siswa atau pun guru bisa lebih memahami media pembelajaran terbaru yang saat ini sedang ramai dipakai.

Bagikan:

Adit Gunawan

Lulus S2 Bahasa Indonesia yang kini aktif mengajar sebagai dosen dan menulis berbagai informasi pendidikan serta profesi di website Nesaelearning.com.